RSU Kabanjahe Diakreditasi, Terkelin Brahmana : Jaga Standar Keselamatan Pasien

anitamanua, 09 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

KARO - Sesuai dengan kebijakan turunan Undang -undang No. 44 Tahun 2009, akreditasi rumah sakit bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien.

Untuk mengikuti peraturan itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe tak luput diakreditasi tim surveior akreditasi Kementerian 
Kesehatan, Sabtu (07/12/2019) yang dilakukan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) karena berpedoman pada Permenkes No. 12 tahun 2012 tentang rumah sakit.

Yang mana rumah sakit wajib diakreditasi guna meningkatkan mutu pelayanan secara berkala. "Kegiatan survei akreditasi saat ini diselenggarakan selama 2 hari , tanggal 6 - 7 Desember 2019 oleh tim surveior verifikator dari KARS  Liberta Lumbantoruan, S.Kep, M.Kep," ujar Direktur RSUD Kabanjahe dr. Arjuna Bangun.

Dijelaskannya, kegiatan akreditasi rumah sakit sebagai bentuk pengakuan lembaga independen penyelenggara akreditasi terhadap rumah sakit yang ditetapkan Menteri Kesehatan. Seluruh rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah atau BUMN wajib diakreditasi.

"Sebelumnya, survei akreditasi RSUD Kabanjahe tahun 2017 telah lulus verifikasi Pokja IV, tahun 2018 lulus verifikasi X Pokja. Sedangkan tahun 2019 ini akan diverifikasi XV Pokja dan hasilnya kita belum tahu,"  bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk tahun 2020, RSUD Kabanjahe akan diikutkan lomba penilaian akreditasi SNARS. Tentunya dengan capaian kesuksesan yang diraih ini harus ada kolaborasi antara seluruh Pokja akreditasi, medis dan paramedis serta tenaga kesehatan lainnya.

"Intinya semua pegawai yang bekerja di RSUD Kabanjahe turut mendukung agar hasilnya lulus akreditasi. Kerjasama yang baik guna menggapai SNARS 2029 edisi  pertama," ujar Arjuna.

Sementara Ketua Surveior Verifikator KARS Liberta Lumbantoruan, S.Kep, M.Kep membenarkan jika timnya berada di RSUD Kabanjahe selama 2 hari untuk melakukan proses akreditasi.

Proses ini, kata Liberta, agar RSUD kabanjahe sebagai pelayan kesehatan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Yang mana rumah sakit menitikberatkan sasaran pada keselamatan pasien. 

"Termasuk mendengar keluhan pasien dan keluarga pasien, menghormati hak-hak pasien dan mendekatkan mereka sebagai mitra dalam proses pelayanan. Begitu juga dalam membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerjasama demi terciptanya keselamatan pasien pada semua tingkatan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapresiasi tim surveior verifikator dari KARS yang melakukan verifikasi pelayanan kesehatan di RSUD Kabanjahe.

"Dengan adanya survei ini, apa yang menjadi kekurangan dapat menjadi referensi perbaikan mutu menuju pelayanan yang lebih baik lagi. Tentunya tim survei ada kriteria yang berpedoman dalam proses pokja yang diverifikasi," ujarnya. 

Terkelin menekankan, peningkatan mutu sangat berkaitan erat dengan standar keselamatan pasien khususnya di rumah sakit. "Melalui tindak lanjut rekemondasi pihak KARS ini, kita bangun komitmen bersama agar peningkatan mutu pelayanan bisa standar sesuai yang diharapkan,” tutupnya. (Anita)

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu