RDP Komisi B DPRD Sumut Minta Dinas Pertanian dan Perikanan Pemko. Medan Publikasikan Data 3228 Nelayan Penerima Dana Tali Asih.

INDONESIASATU.CO.ID:

Medan.

Puluhan utusan nelayan yang terkena dampak reklamasi pantai Belawan didampingi Ketua GERBRAKSU Saharuddin selaku Koordinator Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Dan Komunitas Nelayan hadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi B DPRD Sumut di ruang Aula Gedung Baru DPRD Sumut pada hari Senin (22/04/2019) yang dimulai sekira pukul 11.00 WIB.

RDP (Rapat Dengar Pendapat) yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Sumut Robi Agusman Harahap, SH meminta agar dalam rapat tersebut fokus kepada masalah sekira 400 nelayan lagi yang belum mendapat dana tali asih dari PT. Pelindo I dan kepada Dinas Pertanian dan Perikanan Pemko. Medan untuk segera mempublikasikan 3228 nama nama nelayan yang menerima dana tali asih sebesar 10 Milyar yang diserahkan secara simbolis kepada beberapa orang nelayan oleh PT. Pelindo I tanggal 10 April 2019 lalu.

Rapat dengar pendapat tersebut juga dihadiri utusan dari Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan dan utusan dari Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Pemko. Medan, Koordinator LKLH Sumut, Indra Mingka, namun sangat disayangkan tidak seorangpun tampak hadir utusan dari PT. Pelindo I.

Suasana sempat memanas ketika salah seorang utusan nelayan sempat melontarkan kata kata "kau penipu" kepada Tarigan (salah seorang utusan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Pemko. Medan).

"Penipu, dinas pertanian dan perikanan Pemko. Medan penipu. Kami tidak pernah kalian data. Kenapa justru kami yang terkena dampak reklamasi berjumlah 400 orang lagi tidak terdata. Kami semua nelayan. Kami memiliki izin, bahkan ABK kami memiliki kartu keanggotaan", ungkap Zul.

Mendengar keributan tersebut Robi selaku pimpinan rapat dengan tegas menghimbau agar segera menenangkan suasana, karena didalam acara rapat dengar pendapat bukan mau ribut dan berkelahi tapi untuk mencari solusi bagaimana agar 400 nelayan lagi bisa mendapat dana tali asih dari PT Pelindo 1.

"Diminta supaya tenang. Jangan ribut, disini bukan tempat untuk ribut dan berkelahi. Kalau mau ribut silahkan keluar", ujar Robi 

Selanjutnya Tarigan menjawab atas tudingan nelayan yang mengatakan penipu, bahwa pihak Dinas Pertanian dan Perikanan Pemko. Medan pernah dua kali mendatangi kelompok nelayan tersebut untuk didata, namun kelompok nelayan tersebut tidak bersedia untuk didata yang mengakibatkan kelompok nelayan tersebut tidak termasuk didalam 3228 nelayan penerima dana tali asih yang diserahkan secara simbolis oleh PT Pelindo I.

Ketua GERBRAKSU Saharuddin selaku Koordinator Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Dan Komunitas Nelayan, meminta agar 400 nelayan tersebut harus mendapat dana tali asih dari PT Pelindo I, diharapkan agar nelayan yang terkena dampak reklamasi harus mendapat dana konpensasi.

Saharuddin juga menambahkan bahwa persoalan alur yang masih berpolemik juga harus diselesaikan. Perlu diaudit dan dievaluasi proses penyusunan dokumen analisa mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal) sebagai pintu masuk perizinan lainnya dan penerapan amdalnya.

Ditambahkannya, data 3228 penerima dana tali asih harus dipublikasikan, apabila dari 3228 penerima dana tali asih tersebut ada yang bukan nelayan, maka masalah tersebut akan diadukan kepada pihak kepolisian.

Dipenghujung rapat, Robi selaku Ketua Komisi B dan juga pemimpin rapat menyimpulkan, akan melakukan rapat kembali (RDP 2) serta mengundang kembali pihak PT. Pelindo I, dinas Pertanian dan Perikanan Pemko. Medan, pihak kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, utusan nelayan juga diharapkan hadir tapi tidak perlu terlalu banyak cukup tujuh orang. Apabila ada pembahasan selain masalah nelayan, akan dilibatkan komisi lainnya namun diharapkan rapat difokuskan menyelesaikan satu persatu permasalahan. Edward Banjarnahor 

  • Whatsapp

Index Berita