Polres Asahan Ungkap Tindakan Pemerasan yang Dilakukan Oknum LSM

INDONESIASATU.CO.ID:

ASAHAN - Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, SIK, MH pimpin langsung konfrensi pers terkait kasus pemerasan yang dilakukan 2 oknum aktivis masing-masing berinisial MUD (21) dan EH alias K (42) yang digelar di Mapolres Asahan, pada hari Kamis (17/01/2019) sekira pukul 11.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, SIK, MH didampingi Kasatreskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja, Kanit Jahtanras IPDA M. Khomaini dan juga dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media TV, cetak dan Media Online, menyebutkan kedua aktivis ini melakukan pemerasan terhadap oknum pegawai Kementerian Agama Kabupaten Asahan sebesar 8 juta rupiah.

AKBP Faisal F Napitupulu, SIK, MH mengatakan bahwa kedua oknum LSM ini melakukan tindakan pemerasan dengan mengangkat dugaan korupsi dana manasik haji, nonton bareng (nobar) dan pungutan liar (pungli) terhadap oknum Kemenag, akan tetapi mereka (oknum LSM) tidak memiliki data yang riil juga bukti-bukti yang kuat.

"Jadi kedua aktivis ini mengancam akan melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kemenag Asahan jika tidak diberikan uang sejumlah 15 juta rupiah dan yang akhirnya disepakati menjadi 8 juta rupiah setelah dilakukan kesepakatan tim. Kemudian polisi menangkap dua orang pelaku dengan barang bukti uang tunai 8 juta rupiah”, ujar Kapolres Asahan. 

Dalam permasalahan tersebut pihak kepolisian menyita 1 (satu) lembar surat pemberitahuan aksi unjuk rasa, 1 (satu) buah amplop bertuliskan Yth Kakan Kemenag Kabupaten Asahan di tempat, 1 (satu) unit sepeda motor merek Yamaha Mio warna merah dengan nopol BK 2112 VAA, 1 (satu) unit Handphone merk VIVO type Y91, 1 (satu) unit Handphone Samsung lipat warna hijau, uang pecahan 50.000,- sejumlah 8 juta rupiah sebagai barang bukti.

Sementara itu pasal yang akan dijeratkan kepada kedua oknum LSM tersebut yaitu tindak pidana pemerasan dan atau menyuruh, turut serta melakukan kejahatan atau mengancam sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 Jo pasal 55 atau pasal 335 ayat (1) dari KUHPidana dengan ancaman penjara 1 tahun.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Asahan mengatakan apabila ada temuan atau dugaan pungli atau penggelapan silahkan lapor ke polisi atau laporkan ke Kejaksaan atau laporkan ke KPK, bukan mengancam ancam.

Dipunghujung konferensi pers tersebut Kapolres Asahan memberikan kesempatan kepada UMD untuk berbicara menyampaikan permohonan maafnya kepada rekan rekan wartawan, LSM dan aktifis. MUD berharap agar rekan rekan wartawan, LSM dan aktifis tidak melakukan perbuatan seperti yang dilakukannya. MUD juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Kapolres Asahan karena MUD tidak mendengar dan melakukan nasehat yang pernah disampaikan Kapolres Asahan kepadanya pada waktu waktu terdahulu.  Edward Banjarnahor.

  • Whatsapp

Index Berita