Mahligai Rumah Tangga Lurah Dikoyak Camat

INDONESIASATU.CO.ID:

MEDAN - Mahligai rumah tangga Lurah Indrapura Kecamatan Air Putih Kabupaten Bara - Bara Sumatera Utara Andri Perbawa, SSTP (35) dan Rini Andriani Boeya (34) pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan mulai terkoyak akibat kehadiran orang ketiga (Oknum Camat Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan) Berinisial YA yang tega mengoyak mahligai rumah tangga Andri, yang mana Andri dan YA adalah satu alumni STPDN Angkatan 14. 

Permasalahan tersebut mulai terungkap saat sang Lurah (Andri) menerima telephone dari seseorang yang mengatakan bahwa istri Andri sedang berada didalam kamar hotel bersama seorang pria.  

Usai mendapat informasi tersebut, Andri segera meluncur ke Hotel yang dimaksud dan langsung mendobrak pintu kamar No. 01 Hotel Tareso Dusun VIII yang terletak di Desa Perjuangan Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu - Bara hari Jumat (30/11/2018) sekira pukul 13.30 WIB yang lalu dan melihat sang istri (Rini) keluar dari kamar yang mana sang Camat Tinggi Raja (YA) juga berada di dalam kamar dan diduga telah melakukan perzinahan.  

Kronologis permasalahan tersebut diungkapkan Andri yang ditemani kedua anaknya saat ditemui awak media ini hari Kamis (06/12/2018) sekira pukul 10.00 WIB di Warung Kudeta Komplek J City, Jln. Pangkalan Masyhur, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara mengatakan bahwa hari Sabtu (01/12/2018 sekira pukul 14.15 WIB) yang lalu telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Labuhan Ruku dengan STPL (Surat Tanda Penerimaan Laporan) Nomor : STPL /134 /XII /2018 /Sek L. Ruku, Resor Batu - Bara.  

Andri berharap agar pihak Kepolisian (selaku Aparat Penegak Hukum) secepatnya memproses permasalahan tersebut. Karena Andri dan semua keluarga kecewa dan malu atas perbuatan yang dilakukan Rini.  

“Saya berharap permasalahan tersebut secepatnya diproses oleh kepolisian, apalagi perbuatan istri saya itu sudah mengecewakan dan mempermalukan semua keluarga saya”, kata Andri  

Ditambahkannya, “Rini itu statusnya masih istri saya, jadi wajar saja saya marah dan emosi melihat kejadian yang memalukan dan membuat aib keluarga, apalagi perbuatan yang memalukan itu dilakukan Rini dengan YA teman satu alumni saya di STPDN, angkatan 14” 

“Saya kaget dan tidak habis fikir melihat kejadian itu. Tapi sudahlah, kita tunggu saja proses hukumnya. Saya yakin Polisi akan memproses dengan sejujur jujurnya dan saya juga berharap agar Inspektorat dan BKD Pemkab. Asahan mau peduli dengan kejadian tersebut dan segera memproses secara hukum karena istri saya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kesehatan Asahan dan YA Camat Tinggi Raja, Asahan”, harap Andri. (Edward) 

  • Whatsapp

Index Berita