Dihadiri Ratusan Tamu Undangan Dari Berbagai Kalangan, Saat Ketua Walubi Indra Wahidin Menggelar Open House Diperayaan Imlek 2507 M.

INDONESIASATU.CO.ID:

Medan

Dalam perayaan Imlek 2570 M, Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) DPD Sumut, Indra Wahidin menggelar Open House dikediamannya di Komplek perumahan Tasbi Blok D, pada hari Selasa (05/02/2019) yang lalu.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadhilah, Walikota Medan H. Dzulmi Eldin, Ketua PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim, SE, Ketua Garda Jokowi Sumut Binsar Simatupang, Wong Chun Sen Tarigan Anggota DPRD Kota Medan dan tamu dari berbagai etnis, ratusan undangan lainnya yang datang silih berganti.

Dalam kesempatan tersebut Indra Wahidin mengungkapan bahwa acara open house sudah dilakukan dari sejak tahun 1988 dan yang menjadi menu utamanya lontong sayur.

“Sejak tahun 1988 saya dan keluarga mengadakan open house, memang lontong sayur selalu menjadi menu utamanya", ujarnya

Ditambahkannya, “Lontong sayur inilah salah satu makanan khas Medan dan memang banyak yang suka, begitu juga dengan keluarga saya yang sangat suka lontong jadi ini memang harus menjadi menu wajib setiap mengadakan acara seperti Imlek kali ini."

Selain lontong pada saat Imlek kue bakul atau kue keranjang dan juga buah-buahan seperti jeruk juga tak lupa untuk disajikan. Indra Wahidin juga mengatakan bahwa kue bakul memang harus ada karena itu juga makanan yang memang selalu muncul saat Imlek dan kue bakul memiliki arti yang positif yaitu agar selalu mendapatkan keberuntungan.

”Kue bakul memang juga harus ada karena itu juga makanan yang memang selalu muncul saat Imlek dan kue bakul tersebut memiliki arti yang positif yaitu agar selalu mendapatkan keberuntungan", Katanya.

Dalam perayaan Imlek membagi angpao juga menjadi tradisi, karena merupakan hal yang wajib dan harus ketika Imlek tiba. Angpao biasanya dibagikan kepada anak-anak atau orang yang belum menikah.

“Setiap Imlek memang hal utama yang dilakukan adalah selain kumpul keluarga juga saling bersilahtuhrahmi dengan sahabat, tetangga dan juga teman-teman serta masyarakat dari berbagai lapisan,” terangnya.

Ia juga menjelaskan makna Imlek adalah kerukunan dan kebersamaan. Tidak hanya sekadar ngobrol, tapi memanfaatkan moment-moment untuk berkumpul dan saling bersilahturahmi antar sesama.

”Saya selalu bilang, apapun maknanya kalau kita tidak berusaha, tidak berdoa maka tidak ada artinya. Maka, jangan percaya pada makna tapi harus percaya pada usaha sendiri. Dan percaya menurut doa dan agama masing-masing", jelasnya. Edward Banjarnahor.

  • Whatsapp

Index Berita