Alih Fungsi Serta Rusaknya Kawasan Hutan Lindung Pantai Cermin, Sergei, Sumut, Advokat Dan LKLH Sumut Tinjau dan Somasi Pengusaha.

INDONESIASATU.CO.ID:

Medan 

Advokat Satriawan Manao, SH, Gusti Ramadhani, SH, Juniarman Manao, SH dan Indra Mingka Ketua DPW LKLH (Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup) Sumut sebagai tindaklanjut dari survey pertama, lalu pada hari Kamis (09/05/2019) kembali meninjau kawasan ekosistem mangrove seluas 14 Ha yang telah rusak akibat alih fungsi kawasan yang dilakukan oleh oknum pengusaha yang akan mengembangkan kawasan wisata di desa Pantai Cermin Kanan Kec. Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Sebelumnya, surat Somasi telah dilayangkan Advokat Satriawan Manao, SH, Gusti Ramadhani, SH kepada pengusaha/pengembang pada 05 Mei 2019 lalu diterima oleh petugas yang berinisial "R" yang bertugas didekat pantai itu.

Surat Somasi No. 09/KH-SMR/SM/19, tanggal surat 04 Mei 2019, Dalam Somasi itu kita memberikan waktu 3 (tiga) hari bagi pengusaha untuk melakukan Klarifikasi demi kepentingan klien kami DPW LKLH Sumut.

Hal ini ketika survey lapangan yang pertama kali dilakukan oleh DPW LKLH Sumut Indra Mingka dan Advokat Gusti Ramadhani, SH pada hari Kamis, (02/05/2019) lalu.

"Kita coba mengambil beberapa kordinat areal kawasan Pantai Baru yang bersebelahan dengan kawasan wisata Theme Park, lalu memplooting kedalam Peta SK. Menhut No. 579/Menhut-II/2014 dan Peta Kawasan Hutan Sumut No. P.1076/MENLHK-PKTL/Kuh/PLA.2/3/2017 jelas berada dalam Kawasan Hutan status kawasan hutan Lindung dan berikutnya masuk kawasan Pemberian Penundaan Izin Baru (PPIB) Revisi XV sesuai dengan SK. MenLHK No. 3588 MENLHK- PKTL/IPSDH/PLA.1/5/2018", ungkap Indra Mingka kepada awak media indonesiasatu.co.id.

Berdasarkan fakta yang didapat di lokasi, menurut keterangan salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya kepada wartawan, bahwa pohon mangrove ditebang pada tahun 2018 dan warga juga sempat komplin (keberatan) tentang hal itu.

Fakta yang ditemukan ini rasanya tidak bisa lagi dibantah dengan alasan apapun sebab sudah jelas semua, baik berdasarkan fakta lapangan maupun fakta berdasarkan aturan yang ada.

"Atas temuan ini kami minta Kasi I Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Medan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan Kasus ini", tandas Advokat Satriawan Manao, SH didampingi Gusti Ramadhani, SH, Juniarman Manao, SH dan Indra Mingka.

Ditambahkan Indra Mingka bahwa, pelaku pengrusakan kawasan hutan ini harus diproses secara hukum demi menyelamatkan ekosistem mangrove sebagai rimba terakhir bagi nelayan tradisional dan masyarakat pesisir Pantai Cermin. Edward Banjarnahor

  • Whatsapp

Index Berita