"Blueprint dan Amdal Rencana Tol Dalam Kota Dipertanyakan"

INDONESIASATU.CO.ID:

Medan

Terkait rencana pembangunan jol tol dalam kota, puluhan orang pegiat sosial dan lingkungan berkumpul di Taman Maharani Aloha Kampung Besar Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara pada hari Sabtu (09/03/2019) sore.

Acara yang bertajuk gelar tikar dan bincang bincang santai ala rekreasi ini menjadi perhatian pengunjung Taman Maharani yang biasa digunakan sebagai fasilitas olah raga sore oleh pengunjung dari luar kota dan warga setempat.

Pantauan awak media dan sejumlah aktivis terlihat hadir seperti Effendi Naibaho pemerhati Danau Toba, Wibi Nugraha dari Rumah Mangrove, Ali Hanafiah marbun pelaku usaha warga pinggiran Sei Deli, Muhammad Isa Al Basir Ketua Komite Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Medan, serta nara sumber Indra Mingka Ketua Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) Sumut, dan dipandu oleh pembawa acara Saharuddin yang juga Koordinator GERBRAKSU dan Aktivis Medan Utara ini juga direspon positif oleh sejumlah tokoh seperti Nazaruddin tokoh nelayan dan Atan Ketua Karang Taruna Belawan.

Dipinggir sungai, ditemani kopi, teh dan gorengan dibahas soal penandatanganan MoU antara Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemkab Deliserdang bersama PT Citra Marga Nusphala Persada (CMNP) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) yang sudah berlangsung di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (01/03/2019) lalu.

Menurut Saharuddin rencana dibangunnya jalan tol sepanjang 30,97 Km merupakan terobosan pembangunan yang visioner, proyek swasta murni berbiaya Rp 7 triliun, direncanakan dimulai pada Juni 2019 dan diharapkan akan rampung dalam tempo dua tahun, atau diperkirakan sekira Juni 2021.

"Yah...patut diapresiasi pembangunannya sebab ruas tol dalam kota tersebut dibangun mengikuti aliran Sungai Deli", ujar Saharuddin.

Dalam kesempatan tersebut Ketua KNTI Kota Medan, Muhammad Isa Al Basir mengatakan, "Kita ketahui bahwa Sungai Deli yang hulunya mengaliri sejumlah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Medan bermuara ke laut Belawan dikawasan Medan Utara. Daerah Aliran Sei Deli (DAS) pada sisi kanan dan kirinya terdapat rumah penduduk, jadi kita wajib meminta penjelasan Pemerintah."

Muhammad Isa Al Basir juga akan mempertanyakan rencana tol ini bermula dari mana dan sampai dimana..? serta apa manfaatnya bagi nelayan dan bagaimana solusi terhadap masyarakat yang terkena dampak...? "Kita tunggu sosialiasinya atau kita datangi Gubsu atau Walikota Medan", ujar Tokoh nelayan ini.

Sementara Indra Mingka Ketua LKLH Sumut mengutarakan, "meskipun kita belum tahu betul blueprintnya seperti apa, akan tetapi dampak sosial dan ekonominya pasti dapat kita rasakan, oleh karena itu kita minta kajian AMDAL dibuka secara transparan, jangan seperti AMDAL Podomoro yang sampai digugat baru dimunculkan ujar aktivis yang pernah diajak berantam oleh Gubsu ini."

Effendi Naibaho berujar, "mari kita rawat Sungai deli sebagai icon Kota Medan, kita mendukung gagasan Gubernur Sumut untuk membangun tol sungai, akan tetapi harus tetap menjaga nilai estetika sungai Deli ini", pungkasnya. Edward Banjarnahor

  • Whatsapp

Index Berita